Kamis, 22 Mei 2014

Potensi Desa Tengkudak

          Desa Tengkudak dengan beragam Seni Budayanya juga memiliki Ciri Khas Khusus yang mungkin hanya dapat ditemukan di Desa Tengkudak dan Desa WongayaGede yaitu tempat bangunan Paon/Dapur yang terletak di sebelah utara Bale, dimana Bale Letaknya di tengah-tengah pekarangan dan Dapur terletak di sebelah utaranya menghadap ke selatan, biasanya secara umum masyarakat Bali membuat dapur di sebelah selatan Bale atau bangunan utama sehingga ini menjadikan Ciri Khas dalam Tata Letak Bangunan di Desa Tengkudak.

          Ciri Khas yang lain juga dapat ditemukan dalam upacara-upacara Adat dan Keagamaan di Desa Tengkudak dan Wongaya Gede, tidak diperbolehkan melaksankan upacara upakara yang dipimpin oleh Ida Pedanda tapi hanya cukup dengan Pemangku saja.

          Kesenian asli yang diturunkan dari leluhur Desa Tengkudak seperti Sang Hyang Sampat yang berfungsi untuk mengusir kebrebehan/leteh/Hama Penyakit tanaman padi masih terus dilaksanakan setiap 6 bulan sekali di Desa Tengkudak. Kesenian Sakral yang lain juga masih tetap dilestarikan seperti Baris Memedi, Rejang Tabuh, Sang Hyang Cicing, Ngerebeg tetap dilaksanakan masyarakat untuk menjaga ke Ajegan Seni Budaya Leluhur yang makin terkikis oleh Modernisasi saat ini.

        Desa Tengkudak yang berada di Kaki gunung Batukaru memiliki potensi Pariwisata karena alamnya yang masih lestari dan panoramanya juga indah, sehingga dapat menarik minat para wisatawan untuk datang ke Desa Tengkudak. saat ini objek wisata yang ada yaitu SEE BALI ADVENTURE yang menyediakan Wisata Petualangan dengan kendaraan ATV yang melintas di Alam Desa Tengkudak, sehingga Wisatawan dapat berpetualang menyaksikan Alam Desa yang masih Lestari dan memiliki Udara Segar dan Sejuk.


      Demikian seklumit Potensi yang ada di Desa Tengkudak, yang kedepannya bisa dikembangkan untuk tujuan Pariwisata untuk meningkatkan pendapatan desa, dengan tetap menjaga kelestarian Seni Budaya Adat Istiadat tapi dapat mendatangkan Pendapatan yang bisa berguna untuk meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat.

Rabu, 21 Mei 2014


BEBERAPA PRESTASI DESA TENGKUDAK

Juara III Lomba Desa Tingkat Kabupaten Tahun 1999
Juara I Lomba Kadarkum Tingkat Kabupaten Tahun 2005
Juara III Lomba P2WKSS Tingkat Provinsi Bali Tahun 2006
Juara I Lomba P2WKSS Tingkat Provinsi Bali Tahun 2002
Juara II Lomba Posyandu  Tingkat Provinsi Tahun 2004
Juara III Lomba UKM Kelompok Wanita Tani Tingkat Provinsi Bali Tahun 2007
Juara III Lomba Merangkai Janur yang dikombinasikan dengan TOGA Tingkat Kabupaten Tahun  2005
Juara III  Lomba Memasak Ikan Pokja BKB  Tingkat Kabupaten Tahun 2008
Juara I Lomba Garam Beryodium Tingkat Kabupaten Tahun 2002
Juara I Lomba Garam Beryodium Tingkat Kabupaten Tahun 2003
Juara I Lomba Senam Poco-Poco tingkat Kabupaten Tabanan Tahun 2002
Juara I Lomba Membaca Sambutan Tingkat Kecamatan Tahun 2006
Juara I Lomba Kelompok Tani Ayam Buras Tingkat Nasional Tahun 2006
Juara I Lomba BKB Tingkat Kabupaten Tabanan Tahun 2014

Juara I Lomba Desa Tingkat Kabupaten Tabanan Tahun 2014


berikut ini beberapa dokumentasinya :







Relegi / Budaya dan Kesenian :


- Relegi / budaya.;

Dilihat dari segi kepercayaan yang dianut sebagian besar penduduk beragama Hindu, Desa Tengkudak memiliki lima Desa Adat : Desa Adat Penganggahan, Tengkudak,  Puluk –Puluk, Puakan dan Tingkih kerep. Yang masing masing telah memiliki Pura Kayangan Tiga. Disamping itu juga warga Desa Tengkudak ngamongin / mekandelin kayangan jagat seperti Desa Adat Tengkudak dan Adat Penganggahan ngamongin Kayangan Watukaru, Adat Puluk-Puluk dan Tingkihkerep ngandelin di Pura Muncaksari dan Adat Puakan ke  Pura Tambewaras. Di Desa Tengkudak ada Dua Pura yang dari Kepurbakalaan dikatakan Pura Batu / Pundan Berudak yaitu Pura Pedanga yang ada di Desa Adat Puluk - Puluk dan Pura Manis Bayu yang ada di wilayah Desa Adat Tengkudak, dan juga ada sebuah Gereja di Br. Dinas Penganggahan yang dianut oleh 7 ( tujuh ) KK umat Kristen Khatolik.




- Kesenian ;



            Dilihat dari segi kesenian di Desa Tengkudak ada beberapa        sekea   – sekea seperti sekea joged, rindik, gender yang ada di Banjar Puluk- Puluk, dan kesenian yang disakralkan seperti Baris Memedi, Sanghiang Sampat dan Sanghiyang Cicing  juga ada di Adat Puluk – Puluk dan di Desa Adat Tengkudak., dan Rejang Tabuh, Ngerebeg yang ada di Desa Adat  Tingkihkerep. Kesenian sakral tersebut seperti Sanghiang Sampat dipercaya oleh leluhur ditangun apabila ada kebrebehan seperti serangan meran di sawah, warga banyak yang sakit dan dipercaya sebagai pengusir roh – roh jahat.  Sedangkan untuk Baris Memedi diginakan pada acara pengabenan,  dengan  mangambil tingkatan upakara pengabenan yang utama . Dan juga  hanya boleh dipentaskan apabila yang meninggal tersebut sudah memiliki cucu.

Pasar Murah PKK Tabanan Diserbu Pembeli


Tabanan - Pasar murah yang digelar Tim Penggerak PKK Kabupaten Tabanan dalam rangka menyambut hari raya Galungan dan Kuningan, disambut meriah dan antusias oleh warga Desa Tengkudak Kecamatan Penebel. Pasar murah yang diselenggarakan di wantilan desa setempat, Rabu (14/5) pagi menjual berbagai kebutuhan pokok serta sarana upacara yang dipergunakan saat Hari Raya Galungan dan Kuningan.Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan Nyonya Rai Wahyuni Sanjaya didampingi  Ny. Putriningsih Wirna Ariwangsa serta PKK tingkat Kecamatan.
Rai Wahyuni mengatakan kegiatan pasar murah ini digelar untuk membantu masyarakat desa Tengkudak memenuhi berbagai macam kebutuhan pokok yang diperlukan saat perayaan Galungan dan Kuningan. Selain itu, pasar murah ini juga diharapkan mampu mengurangi beban warga karena biaya upacara dari tahun ke tahun terus meningkat. “Kami ingin membantu mengurangi beban warga terutama para ibu-ibu, karena harga kebutuhan pokok menjelang perayaan Galungan dan Kuningan pasti mengalami peningkatan, karena tingginya kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Salah satu warga Desa Tengkudak, Nyoman Sarmi mengatakan dirinya merasa sangat terbantu dengan acara pasar murah yang digelar oleh PKK Kabupaten Tabanan. Menurut ibu dua anak ini, harga  barang di pasar murah jauh di bawah harga pasar dan dirinya bisa membeli berbagai macam kebutuhan di satu tempat. “Kami merasa terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih kepada ibu-ibu PKK Kabupaten Tabanan karena telah meringankan beban kami, mengingat kebutuhan menjelang hari raya sangat banyak,” ujarnya.
Pasar murah yang dibuka mulai pukul 10.00 pagi tersebut menjual berbagai macam kebutuhan pokok seperti,  gula pasir, telur, beras serta kebutuhan pokok lainnya.

( sumber : http://www.tabanankab.go.id/berita/umum/2143-pasar-murah-pkk-tabanan-diserbu-pembeli )
DESA TENGKUDAK IKUTI PENILAIAN LOMBA DESA TINGKAT PROVINSI BALI TAHUN 2014
Tanggal 19 Mei 2014


Setelah mendapatkan Juara I Lomba Desa Tingkat Kabupaten Tabanan, akhirnya Desa Tengkudak maju sebagai wakil dari Kabupaten Tabanan dalam Lomba Desa Tingkat Provinsi Bali yang penilainnya dilaksanakan pada Hari Senin, 19 Mei 2014 bertepatan dengan Hari Pengejukan Galungan bertempat di Balai Serba Guna Desa Tengkudak.

Pada acara Penilaian Lomba Desa ini dihadiri oleh Bupati Tabanan yang diwakili Oleh Bapak Sekda Kab Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa, Kepala BPMD Tabanan beserta Rombongan, TP. PKK Kabupaten Tabanan, TP. PKK Kec. Penebel, SKPD Pemda Tabanan, Bapak Camat Penebel beserta MUSPIKA Kec. Penebel, Perbekel se-Kecamatan Penebel serta Warga Desa yang sangat bersemangat dalam menantinantikan saat penilaian.

Tim Penilai Lomba Desa Tingkat Provinsi Bali kedatangannya disambut antusias warga, meriah dan dengan semangat oleh warga Desa Tengkudak.

Ketua Tim Penilai Provinsi Bali, Wayan Sadia saat memberikan sambutan berharap perlombaan desa ini tidak dipandang sebagai beban, akan tetapi dimaknai sebagai upaya dan langkah-langkah kongkrit untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan Administrasi dan pelayanan kepada masyarakat.

Indikator yang dinilai dalam lomba desa ini sama seperti indikator yang dinilai pada Lomba Desa Tingkat Kabupaten sebelumnya yaitu :  pendidikan, kesehatan masyarakat, ekonomi masyarakat, keamanan dan ketertiban, partisipasi masyarakat, pemerintahan, lembaga kemasyarakatan, dan pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK)

( 19/5/14, Wyn Andi M. )

SEKILAS GAMBARAN UMUM DESA TENGKUDAK

SEJARAH PEMERINTAH DESA TENGKUDAK


NO.
NAMA PEJABAT
MASA JABATAN
KET.

1

2

3

4

5

6

7




NANG REMADI ( REMEN )

I WAYAN RAMAS

I MADE PEKEG

I WAYAN RAMAS

I WAYAN SUNADRA

I WY  SUDIARTAJAYA,SE

I MADE SUBAGIASTERA






1979   -  1984

1984   -  1989

1989  - 1994

1994   -  1999

1999   -  2007

2007   -  2013

2013   -  sekarang








1.3  Topografi Desa  

-    Fasilitas desa .

Dalam melaksanakan aktifitas pemerintahan, Desa Tengkudak memiliki fasilitas berupa Kantor Desa Yang dibangun di atas tanah desa seluas …..are. diatas tanah ini pada tahun 2008 – Sekarang dimulai pembangunan Kantor Desa dengan konstruksi beton bertulang berlantai 3.

Pembangunan Kantor Desa dilaksanakan secara bertahap setiap tahun dimana sampai saat ini bangunan belum selesai 100%, sedangkan dana yang dihabiskan telah mencapai  ± Rp. 650.000.000 yang bersumber dari Iuran Masyarakat, Dana ADD dan sedikit sumbangan dari Pemda Tabanan.

Dalam melaksanakan kegiatan di Banjar-Banjar disetiap Br. Dinas telah dibangun Balai Banjar oleh masing-masing Banjar Dinas secara swadaya dan Gotong Royong.

Fasilitas lain yang ada hádala 3 Buah Sekolah Dasar ( SD ), 2 Buah TK, 1 Buah PAUD dan 1 Buah Poskesdes.

Dibidang transportasi untuk menghubungkan Banjar-Banjar yang ada di Desa Tengkudak telah dibangun Pembetonan Jalan di Banjar Puluk-Puluk dan Tingkihkerep dengan swadaya masyarakat, sedangkan jalan yang menuju Br. Puakan dibangun dengan dana PPIP Tahun 2013 seniali Rp. 245.000.000 dan pengerjaannya sepenuhnya dilakukan oleh warga masyarakat Desa Tengkudak.

-          Lokasi Desa Tengkudak

Lokasi Desa Tengkudak terletak di wilayah Kabupaten Tabanan yang merupakan bagian daripada wilayah Kecamatan Penebel di bawah gunung Batukaru. Desa Tengkudak yang terletak di wilayah bagian barat Kecamatan Penebel dengan jarak ke pusat pasilitas ( kota) sebagai berikut :
1.      Jarak Desa Tengkudak ke Ibu Kota Kecamatan sepanjang 7 Km dengan prasaran jalan aspal ditempuh dengan waktu 15 Menit dengan angkutan umum.
2.      Jarak Desa Tengkudak ke Ibu Kota Kabupaten Tabanan sepanjang 18 Km dengan prasarana jalan aspal ditempuh dengan waktu 30 menit dengan sarana angkutan umum.
3.      Jarak Desa Tengkudak ke Ibu Kota Propensi Bali sepanjang 45 Km dengan Prasarana Jalan aspal ditempuh dengan waktu 60 menit dengan sarana angkutan umum.

Melihat letak Desa Tengkudak yang agak jauh dari pasilitas kota, maka pengembangan pembangunan yang menuju Keluarga Sehat Sejahtera dari masa kemasa tetap berjalan dan terarah.




Dari data areal wilayah tersebut diatas, khususnya lahan pertanian basah/ sawah secara umum masih terpelihara dengan baik dan tidak banyak yang beralih fungsi.

Sawah bagi penduduk Desa Tengkudak masih merupakan areal yang diandalkan karena selama ini memberikan hasil manfaat yang Sangat ekonomis bagi warga dengan tetap memelihara Padi Lokal ( padi merah dan injin ) dibandingkan memelihara benih padi unggul, memelihara padi lokal di Desa Tengkudaklebih menguntungkan secara ekonomis, karena padi lokal Desa Tengkudak sudah banyak diminati oleh pihak luar untuk kepentingan kehidupan maupun sosial budaya.


1.4. Kelembagaan

Kelembagaan merupakan salah satu Factor pendukung penting demi terwujudnya Program Pembangunan Desa baik dari perencanaan pelaksanaan, maupun pengawasannya.
Di Desa Tengkudak telah terbentuk beberapa lembaga yang telah berperan secara aktif dan memberikan kontribusi nyata dalam Pembangunan Desa antara lain BPD, LPM Lembaga Desa Pekraman, Subak Basah, Subak Abian, Lembaga lain seperti LPD di setiap Desa Pekraman, Koperasi Tani  ( Koptan ) Kelompok Simantri, Unit Pengolahan Pupuk Organik ( UPPO ), KUD, Kelompok Tani Ternak, Kelompok Pembudidaya Ikan serta Lembaga-Lembaga lainnya.



1.6. Batas Desa Tengkudak

Berdasarkan hasil musyawarah BPD, Desa Tengkudak, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, hari Kamis tanggal 15 Maret 2007 yang dihadiri oleh Perbekel Desa Wongaya Gede, maka telah disepakati bersama bahwa batas wilayah Desa Tengkudak adalah sebagai berikut :

1.      Batas sisi utara adalah Desa Wongaya Gede.
2.      Batas sisi timur adalah sungai Pusut.
3.      Batas sisi selatan adalah Campuhan Kelang Kelung.
4.      Batas sisi barat adalah Sungai Mawa.


-          Jumlah Dusun/Banjar Dinas :


Desa Tengkudak terdiri dari 5 ( Lima ) Banjar Dinas yaitu :

    1. Banjar Dinas Penganggahan
    2. Banjar Dinas Denuma
    3. Banjar Dinas Tengkudak
    4. Banjar Dinas Puluk-Puluk
    5. Banjar Dinas Tingkihkerep

Dan memiliki 5 ( lima ) Desa Pakraman yaitu  :

1.      Desa Pakraman Penganggahan
2.   Desa Pakraman Tengkudak
3.   Desa Pakraman Puluk-Puluk
4.   Desa Pakraman Puakan
5.   Desa Pakraman Tingkihkerep

  

 2.  Kondisi Geograpis /Keadaan Alam

                       
      Desa Tengkudak merupakan salah satu Desa yang ada di wilayah Kecamatan Penebel dan salah satu dari 113 Desa / Kelurahan di Kabupaten Tabanan dengan luas wilayah 592,709 Hektar yang terdiri dari :
- Perumahan dan pekarangan                                                   : 19   Ha
         - Sawah                                                                                    : 302,08 Ha
         - Perkebunan/Tegalan                                                               : 256,065 Ha
- Tanah Bangunan Umum (Kantor, Jalan, Sekolah, Pura dll ): 15,564 Ha.

-          Desa Tengkudak, merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Penebel Barat dengan Ketinggian 700 meter di atas permukaan laut dan bentuk permukaan tanah merupakan dadaran tinggi yang membujur dari barat ke timur serta memiliki iklim tropis/musim hujan dan musim kering

      Dari kondisi alam Desa Tengkudak tersebut di atas merupakan alam yang potensial bagi pengembangan pertanian dalam arti luas : pertanian pangan, perkebunan, perikanan, peternakan dalam  usaha untuk menunjang peningkatan pendapatan masyarakat Desa tengkudak menuju keluarga sehat sejahtera.


 3.  Demografi

      Penduduk merupakan sumber daya utama dalam rangka menunjang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa Tengkudak dengan jumlah Penduduk Per-Desember 2013 sebanyak 2651 Jiwa terdiri dari penduduk laki laki 1301 jiwa dan penduduk perempuan seanyak 1350 jiwa dan terbagi dalam 897kepala keluarga (KK), 87 KK tergolong Rumah Tangga Miskin ( RTM ). Dari luas wilayah jika dibandingkan dengan jumlah penduduk terdapat kepatan penduduk secara geografis dan kepadatan penduduk secara agraris sebanyak 2651 jiwa / 590,629 Ha dengan rincian sebagai berikut :     
                        - Mata Pencaharian
1.      Petani.                                     : 819 Orang.
2.      Pedagang                                : 27 Orang.
3.      Wiraswasta                              : 8 Orang
4.      Pegawai negeri                        : 150 Orang.
5.      Pamong Desa                          : 12 Orang.
6.      ABRI                                      : 15 Orang.
7.      Pensiunan                                : 15 Orang.
8.      Buruh Tani                              : 325 Orang
9.      Tukang Jahit                            : 15 Orang
10.  Tukang Kayu                          : 65 Orang
11.  Sopir ( jasa )                            : 43 Orang
12.  Karyawan Swasta                   : 607 Orang.

- Tingkat Pendidikan
1. Tamat SD                                  : 2.163 org
2. Tamat SMP                               : 1.916 org
3. Tamat SMA                              : 1.565 org
4. Strata 1 ( S1 )                            : 85 org
5. Strata 2 ( S2 )                            : 7 org
6. Strata 3 ( S3 )                            : 6 org
7. D1                                             : 22 org
8. D2                                             : 8 org
9. D3                                             : 19 org

- Balita                                                 : 91 org
Laki                                               : 47 org
Perempuan                                      : 44 org

- Lansia                                               : 425 org
Laki                                               : 176 org
Perempuan                                     : 249 org


4. Relegi / Budaya dan Kesenian :
- Relegi / budaya.;
Dilihat dari segi kepercayaan yang dianut sebagian besar penduduk beragama Hindu dan ada 7 (tujuh ) KK yang beragama Kristen Katolik yang ada di Br. Dinas Penganggahan
            Desa Tengkudak memiliki lima Desa Adat : Desa Adat Penganggahan, Tengkudak,  Puluk –Puluk, Puakan dan Tingkih kerep. Yang masing masing telah memiliki Pura Kayangan Tiga. Disamping itu juga warga Desa Tengkudak ngamongin / mekandelin kayangan jagat seperti Desa Adat Tengkudak dan Adat Penganggahan ngamongin Kayangan Watukaru, Adat Puluk-Puluk dan Tingkihkerep ngandelin di Pura Muncaksari dan Adat Puakan ke  Pura Tambewaras. Di Desa Tengkudak ada Dua Pura yang dari Kepurbakalaan dikatakan Pura Batu / Pundan Berudak yaitu Pura Pedanga yang ada di Desa Adat Puluk - Puluk dan Pura Manis Bayu yang ada di wilayah Desa Adat Tengkudak, dan juga ada sebuah Gereja di Br. Dinas Penganggahan yang dianut oleh 7 ( tujuh ) KK umat Kristen Khatolik.
- Kesenian ;
            Dilihat dari segi kesenian di Desa Tengkudak ada beberapa        sekea   – sekea seperti sekea joged, rindik, gender yang ada di Banjar Puluk- Puluk, dan kesenian yang disakralkan seperti Baris Memedi, Sanghiang Sampat dan Sanghiyang Cicing  juga ada di Adat Puluk – Puluk dan di Desa Adat Tengkudak., dan Rejang Tabuh yang ada di Desa Adat  Tingkihkerep. Kesenian sakral tersebut seperti Sanghiang Sampat dipercaya oleh leluhur ditangun apabila ada kebrebehan seperti serangan meran di sawah, warga banyak yang sakit dan dipercaya sebagai pengusir roh – roh jahat.  Sedangkan untuk Baris Memedi diginakan pada acara pengabenan,  dengan  mangambil tingkatan upakara pengabenan yang utama . Dan juga  hanya boleh dipentaskan apabila yang meninggal tersebut sudah memiliki cucu.

5. Obyek Wisata / Potensi Wisata;
Desa Tengkudak terletak di kaki gunung batukaru dan memiliki banyak panorama/ pemandangan yang indah. Dari banyak lokasi tersebut telah dikembangkan objek pariwisata petualang seperti See-Bali dan Paddy Venture yang berlokasi di Subak Manis Bayu. Selama ini objek See bali dan Pady Venture cukup banyak dikunjungi wisatwan asing maupun domestik sehingga sudah mampu memberikan sedikit kontribusi bagi pendapatan desa, disamping itu juga mampu menampung tenaga kerja yang berasal dari Desa Tengkudak sehingga angka pengangguran di Desa Tengkudak berkurang. Kedepan akan direncanakan dikembangkan wisata agro di subak-subak basah dengan padi lokalnya dan Wisata Tracking.



6.           Ekonomi masyarakat :
Kemajuan dibidang perekonomian di sebuah desa sangat ditentukan oleh tersedianya lapangan kerja dan lembaga-lembaga ekonomi yang memadai. Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Desa Tengkudak telah didirikan lembaga-lembaga perekonomian diantaranya :
a.       1 (satu) buah KUD berlokasi di banjar Puluk-puluk
b.      2 (dua) buah koperasi yang masing-masing berlokasi di banjar Penganggahan dan banjar Puluk-puluk
c.       5 (lima) buah LPD yang berlokasi di masing-masing desa pekraman yaitu desa pekraman Tengkudak, desa pekraman Penganggahan, desa pekraman Puluk-puluk, desa pekraman Tingkih Kerep dan desa pekraman Puakan.
Lembaga-lembaga ekonomi tersebut diatas secara nyata telah mampu memberikan manfaat kepada warga desa Tengkudak dalam menampung tenaga kerja, menyediakan modal usaha maupun dalam memberikan kontribusi kepada pemerintah desa Tengkudak. Dalam hal ini Perbekel desa Tengkudak mengeluarkan keputusan tentang iuran yang dikenakan dalam kaitan pelaksanaan hari-hari besar nasional maupun hari besar Agama Hindu.
Disamping lembaga yang telah disebutkan diatas, di desa Tengkudak telah berdiri kelompok-kelompok ekonomi lainnya seperti :
a.       Organisasi Subak basah sebanyak 4 (empat) Subak basah yaitu :
-        Subak Tengkudak
-        Subak Tingkih Kerep
-        Subak Puakan
-        Subak Pancoran Sari
b.      Subak Abian sebanyak 3 (tiga) Subak yaitu :
-        Subak Abian Manik Pecatu di Banjar Dinas Penganggahan
-        Subak Abian Wahana Merta di Banjar Dinas Tengkudak
-        Subak Abian Purwa Sari di Banjar Dinas Puakan
      Subak tersebut diatas fungsinya menjadi sangat penting karena Desa Tengkudak dan Subaknya             telah ditetapkan menjadi bagian warisan budaya dunia yaitu kawasan Jatiluwih dengan pelestarian           alam adat dan Subaknya. Penetapan ini didasarkan atas Peraturan Bupati Tabanan No. 34 Tahun         2011 tentang Penetapan dan Pelestarian Warisan Budaya Kabupaten Tabanan
Pertanian yang dikembangkan di Subak-subak yang ada di wilayah Desa Tengkudak masih mempertahankan untuk menanam varietas padi lokal (padi merah dan hitam). Dengan menanam varietas tersebut sebagai produk unggulan maka secara ekonomis telah mampu memberikan keuntungan yang lebih besar kepada para petani jika dibandingkan dengan menanam bibit unggul yang sudah pernah dicoba dengan 8 usaha Penyosohan Gabah.
c.       Kelompok tani ternak ayam buras yang berlokasi di Banjar Dinas Penganggahan beranggotakan 25 orang pernah berprestasi sebagai juara 1 lomba kelompok tani ternak ayam buras Tingkat Nasional, sehingga berkesempatan diundang ke Istana Negara di Jakarta.
d.      Kelompok pembudidaya ikan air tawar yang berada di Banjar Dinas Penganggahan sudah mampu berproduksi secara rutin dengan menjual hasil olahannya, sudah berprestasi sebagai juara 3 lomba kelompok pembudidaya ikan sebagai juara 3 Tingkat Provinsi Bali.
e.       Kelompok UPO yang berlokasi di Banjar Dinas Tingkih Kerep. Beranggotakan sebanyak 132 anggota yang berasal dari Banjar Dinas Tingkihkerep. Kegiatan yang sudah dilaksanakan adalah memelihara sapi dan pembuatan pupuk organik untuk menunjang kepentingan usaha pertanian. Dalam usaha untuk meningkatkan kesejahteraan para anggota telah memasukkan KK miskin sebagai anggota sehingga mampu memberikan penghasilan tambahan untuk meningkatkan kesejahteraan.
f.       Kelompok Wanita Tani Dwi Tunggal Banjar Dinas Penganggahan juga aktif dalam melakukan kegiatannya secara rutin yang dilakukan seminggu sekali dengan tujuan mengentaskan masyarakat miskin sudah mampu dan terbukti dalam kegiatannya sehingga memperoleh Prestasi Juara di Tingkat Kabupaten Tabanan dan Juara III UKM Provinsi Bali
g.      Simantri berlokasi di Banjar Puluk-puluk dengan anggota sebanyak 25 orang dengan usaha kegiatan berupa pemeliharaan induk sapi dan pemanfaatan kotoran sapi untuk diolah menjadi pupuk organik.
h.      Kelompok-kelompok tani lainnya sepeti : Kelompok ikan di Banjar Puakan, kelompok ikan di Banjar Denuma.
i.        Usaha dibidang Pariwisata.
Sebagai wilayah yang telah ditetapkan menjadi salah satu bagian kawasan Jatiluwih sebagai warisan budaya dunia, Desa Tengkudak telah mulai dikembangkan menjadi obyek wisata yang mengandalkan pemandangan alam sebagai pendukungnya. Kondisi geografis Desa Tengkudak relatif indah untuk dikembangkan menjadi obyek wisata. Adapun pariwisata yang telah dikembangkan diantaranya wisata petualangan dengan motor ATV yang dimiliki oleh salah satu warga tengkudak dengan nama See Bali dan Pady Ventura, wisata tracking dengan lingkungan persawahan dan perkebunanan serta padi lokalnya yang menawan.

Selama ini telah dapat dirasakan keuntungan dan manfaat dengan telah beroprasinya wisata tersebut diatas sebagai berikut :
-        Pariwisata telah banyak menampung tenaga kerja lokal dan hal ini sangat membantu pemerintah desa dalam hal mengurangi terjadinya pengangguran.
-        Membuka peluang bagi masyarakat lainnya untuk membuka usaha yang baru yang terkait dengan pariwisata tersebut
-        Masyarakat diusahakan tidak mnjual tanah untuk pariwisata tetapi cukup dikontrakkan atau bentuk kerjasama lainnya.
-        Memberikan keuntungan kepada kas desa karena pariwisata tersebut diatas telah mampu memberikan kontribusi berupa iuran tetap setiap bulan yang dikelola dalam APBdesa demi menunjang kelancaran tugas-tugas pemerintah desa
-        Memperkenalkan wilayah Desa Tengkudak sebagai daerah pertanian organik kepada wisatawan domestik dan mancanegara.
Sisi lain dari telah dikembangkannya Desa Tengkudak menjadi obyek wisata adalah masih terdapatnya kendala/hambatan yang dihadapi diantaranya :
-        Terbatasnya kemampuan masyarakat dalam mendukung keberlangsungan daripada pariwisata
-        Masih kurangnya pemilik modal yang menawarkan kerjasama untuk pengembangan pariwisata.



VISI DAN MISI
DESA TENGKUDAK


 VISI
Terwujudnya Masyarakat Desa Tengkudak yang Cerdas, Nyaman, Sehat dan Sejahtera dalam kondisi Masyarakat yang selalu Kondusif berdasarkan pada nilai-nilai luhur yang tercantum dalam  Tri Hita Karana dan Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia.


MISI

1.      Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program pendidikan dan program kesehatan, serta pengamalan ajaran agama kepada masyarakat sesuai dengan falsafah “Tri Hita Karana”.
2.      Meningkatkan ketahanan ekonomi dengan menggalakan usaha ekonomi kerakyatan, melalui program strategis dibidang produksi pertanian, pemasaran, koperasi, usaha kecil dan menengah serta pariwisata.
3.      Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan yang berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
4.      Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sesuai etika kerja dan meningkatkan kerja sama antar lembaga adat dan media massa.
5.      Memberdayakan masyarakat menuju masyarakat mandiri.

Desa Tengkudak

 Sejarah Desa Tengkudak



      Sebagai mana kita ketahui bahwa setiap pemberian sebuah nama terhadap sesuatu, biasanya ada latar belakang tertentu, tentang asal usul dari nama yang bersangkutan mengapa nama itu dipakai. Demikian juga halnya nama “ DESA TENGKUDAK” nampaknya ada sedikit kisah yang melatarbelakangi kenapa sampai disebut “TENGKUDAK”. Kalau kita kaji asal usul nama tersebut di atas maka penulis akan mencoba akan menguraikan secara singkat dari hasil cerita dan wawancara kami dengan para tetua atau pengelingsir di Desa Tengkudak sebagai berikut. Pada Awalnya wilayah Desa Tengkudak merupakan suatu kesatuan wilayah yang disebut dengan wilayah Pekandelan Batukaru, sedangkan masyarakatnya disebut satu keseatuan masyarakat Panjak Pekandelan Batukaru yang dulu dikenal dengan “ SATAK WONGAYA “ dan wilayahnya beberapa bagian diberi nama :-    Disebelah utara di kenal dengan sebutan LUHUR.
-    Disebelah timur dikenal dengan sebutan MANIS BAYU.-    Disebelah selatan di kenal dengan sebutan TANGGUN  DANGKA.
-    Disebelah barat dikenal dengan sebutan BATU SARI.-    Sedangkan ditengah – tengah dikenal dengan sebutan DAERAH PEJUANG.
 Tidak diceritakan panjang lebar bahwa keempat pejuru itu dijaga oleh para pecalang Agung Batukaru yang bertugas untuk menjaga keenam panjak pekandelan dan kekayaan alamnya. Selanjutnya diceritakan pecalang agung Manis Bayu serta anggotanya lari ke Tangguna Dangka akibat dari gempuran Sri Aji Mayadanawa. Tetapi berkat persatuan dan kesatuan dari Pecalang Agung Tanggun Dangka dan Pecalang Batu Sari, pasukan Sri Aji Mayadenawa berhasil dikepung dan dibunuh habis di daerah wilayah Batukaru dan mayatnya dikubur disana, sekarang dikenal dengan nama Seme Tamyu ( Kuburan untuk tamu yang Mengganggu kedamaian pekandelan Batukau ). Diceritakan bahwa jalan utama menuju Kahyangan Batukaru yang mulanya dari Timur dipindahkan dari selatan melalui Tanggun Dangka dengan dilalui upacara Pasinglar dicampuhan sungai kecil dengan tujuan barang siapa yang dengan kesaktiannya dan bermaksud jahat terhadap panjak pekandelan Batukaru, apabila melangkahi sungai kecil tersebut kesaktiannya akan punah / pudar dan orangnya tidak kembali. Sehingga sungai kecil yang mengalir sepanjang tahun itu di sebut dengan nama Tukat Kelang Kelung. Kemudian setelah upacara Pesinglar di daerah itu nampak dari kejauhan selalu terang benderang siang dan malam hari dengan memancarkan sinar kuning keemasan,sehingga wilayah itu di sebut dengan nama NYITAN, sekarang disebut KUNYITAN.   Pertambahan Penduduk yang semakin bertambah di Tanggun Dangka akibat dari rerarudan Kerajaan Mengwi akibat perang Raja-raja di Bali. Rakyatnya di Mengwi kemudian datang berduyun-duyun mengaturkan sembah bakti ke Pura Luhur Batukaru,dengan maksud Kebayan menerima sebagai Panjak Pekandelan dan tempat tinggalnya di sebelah Barat Tanggun Dangka,dengan tugas tambahan sebagai Pecalang Agung. Kemudian setelah datang rerarudan rakyat Mengwi menyusul lagi rerarudan rakyat Tabanan,Kebayan memberikan tempat disebelah Tanggun Dangka dan masyarakatnya di sebut Panjak Pupulan. Setelah masyarakat Tanggun Dangka dan Pupulan melebihi jumlah seratus orang,kemudian berdirilah Bale Agung sebagai tempat pemujaan yang merupakan awal dari lahirnya Kahyangan Tiga di Tanggun Dangka. Dan diberikan kewenangan mendirikan Kahyangan maka lahirlah satu kesatuan masyarakan Tanggun Dangka, kata Tanggun berarti Wilayah, kemudian secar evolusi kata Tanggun berubah menjadi Tengkudak. Demikian yang dapat kami sampaikan tentang asal usul berdirinya DESA TENGKUDAK.