Desa Tengkudak dengan beragam Seni Budayanya juga memiliki Ciri Khas Khusus yang mungkin hanya dapat ditemukan di Desa Tengkudak dan Desa WongayaGede yaitu tempat bangunan Paon/Dapur yang terletak di sebelah utara Bale, dimana Bale Letaknya di tengah-tengah pekarangan dan Dapur terletak di sebelah utaranya menghadap ke selatan, biasanya secara umum masyarakat Bali membuat dapur di sebelah selatan Bale atau bangunan utama sehingga ini menjadikan Ciri Khas dalam Tata Letak Bangunan di Desa Tengkudak.
Ciri Khas yang lain juga dapat ditemukan dalam upacara-upacara Adat dan Keagamaan di Desa Tengkudak dan Wongaya Gede, tidak diperbolehkan melaksankan upacara upakara yang dipimpin oleh Ida Pedanda tapi hanya cukup dengan Pemangku saja.
Kesenian asli yang diturunkan dari leluhur Desa Tengkudak seperti Sang Hyang Sampat yang berfungsi untuk mengusir kebrebehan/leteh/Hama Penyakit tanaman padi masih terus dilaksanakan setiap 6 bulan sekali di Desa Tengkudak. Kesenian Sakral yang lain juga masih tetap dilestarikan seperti Baris Memedi, Rejang Tabuh, Sang Hyang Cicing, Ngerebeg tetap dilaksanakan masyarakat untuk menjaga ke Ajegan Seni Budaya Leluhur yang makin terkikis oleh Modernisasi saat ini.
Desa Tengkudak yang berada di Kaki gunung Batukaru memiliki potensi Pariwisata karena alamnya yang masih lestari dan panoramanya juga indah, sehingga dapat menarik minat para wisatawan untuk datang ke Desa Tengkudak. saat ini objek wisata yang ada yaitu SEE BALI ADVENTURE yang menyediakan Wisata Petualangan dengan kendaraan ATV yang melintas di Alam Desa Tengkudak, sehingga Wisatawan dapat berpetualang menyaksikan Alam Desa yang masih Lestari dan memiliki Udara Segar dan Sejuk.
Demikian seklumit Potensi yang ada di Desa Tengkudak, yang kedepannya bisa dikembangkan untuk tujuan Pariwisata untuk meningkatkan pendapatan desa, dengan tetap menjaga kelestarian Seni Budaya Adat Istiadat tapi dapat mendatangkan Pendapatan yang bisa berguna untuk meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat.
Desa Tengkudak
Profil Desa Tengkudak
Kamis, 22 Mei 2014
Rabu, 21 Mei 2014
BEBERAPA PRESTASI DESA TENGKUDAK
Juara III Lomba Desa Tingkat Kabupaten Tahun 1999
Juara I Lomba Kadarkum Tingkat Kabupaten Tahun 2005
Juara III Lomba P2WKSS Tingkat Provinsi Bali Tahun 2006
Juara I Lomba P2WKSS Tingkat Provinsi Bali Tahun 2002
Juara II Lomba Posyandu
Tingkat Provinsi Tahun 2004
Juara III
Lomba UKM Kelompok Wanita Tani Tingkat Provinsi Bali Tahun 2007
Juara III Lomba
Merangkai Janur yang dikombinasikan dengan TOGA Tingkat Kabupaten Tahun 2005
Juara III Lomba Memasak Ikan Pokja BKB Tingkat Kabupaten Tahun 2008
Juara I Lomba Garam Beryodium Tingkat Kabupaten Tahun 2002
Juara I Lomba Garam Beryodium Tingkat Kabupaten Tahun 2003
Juara I Lomba Senam Poco-Poco tingkat Kabupaten Tabanan
Tahun 2002
Juara I Lomba Membaca Sambutan Tingkat Kecamatan Tahun 2006
Juara I Lomba Kelompok Tani Ayam Buras Tingkat Nasional
Tahun 2006
Juara I Lomba BKB Tingkat Kabupaten Tabanan Tahun 2014
Juara I Lomba Desa Tingkat Kabupaten Tabanan Tahun 2014
berikut ini beberapa dokumentasinya :
Relegi
/ Budaya dan Kesenian :
- Relegi / budaya.;
Dilihat dari segi kepercayaan yang dianut sebagian
besar penduduk beragama Hindu, Desa Tengkudak memiliki lima Desa Adat : Desa Adat Penganggahan,
Tengkudak, Puluk –Puluk, Puakan dan
Tingkih kerep. Yang masing masing telah memiliki Pura Kayangan Tiga. Disamping
itu juga warga Desa Tengkudak ngamongin / mekandelin kayangan jagat
seperti Desa Adat Tengkudak dan Adat Penganggahan ngamongin Kayangan
Watukaru, Adat Puluk-Puluk dan Tingkihkerep ngandelin di Pura
Muncaksari dan Adat Puakan ke Pura
Tambewaras. Di Desa Tengkudak ada Dua Pura yang dari Kepurbakalaan
dikatakan Pura Batu / Pundan Berudak yaitu Pura Pedanga yang ada di Desa Adat Puluk
- Puluk dan Pura Manis Bayu yang ada di wilayah Desa Adat Tengkudak, dan
juga ada sebuah Gereja di Br. Dinas Penganggahan yang dianut oleh 7 ( tujuh ) KK umat Kristen Khatolik.
- Kesenian ;
Dilihat
dari segi kesenian di Desa Tengkudak ada beberapa sekea – sekea seperti sekea joged, rindik, gender
yang ada di Banjar Puluk- Puluk, dan kesenian yang disakralkan seperti Baris
Memedi, Sanghiang Sampat dan Sanghiyang Cicing juga ada di Adat Puluk – Puluk dan di Desa
Adat Tengkudak., dan Rejang Tabuh, Ngerebeg yang ada di Desa
Adat Tingkihkerep. Kesenian sakral tersebut seperti Sanghiang Sampat dipercaya oleh
leluhur ditangun apabila ada kebrebehan seperti serangan meran di sawah, warga
banyak yang sakit dan dipercaya sebagai pengusir roh – roh jahat. Sedangkan untuk Baris Memedi diginakan pada
acara pengabenan, dengan mangambil tingkatan upakara pengabenan yang
utama . Dan juga hanya boleh dipentaskan
apabila yang meninggal tersebut sudah memiliki cucu.Pasar Murah PKK Tabanan Diserbu Pembeli
Tabanan - Pasar murah yang digelar Tim Penggerak PKK Kabupaten Tabanan dalam rangka menyambut hari raya Galungan dan Kuningan, disambut meriah dan antusias oleh warga Desa Tengkudak Kecamatan Penebel. Pasar murah yang diselenggarakan di wantilan desa setempat, Rabu (14/5) pagi menjual berbagai kebutuhan pokok serta sarana upacara yang dipergunakan saat Hari Raya Galungan dan Kuningan.Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan Nyonya Rai Wahyuni Sanjaya didampingi Ny. Putriningsih Wirna Ariwangsa serta PKK tingkat Kecamatan.
Rai Wahyuni mengatakan kegiatan pasar murah ini digelar untuk membantu masyarakat desa Tengkudak memenuhi berbagai macam kebutuhan pokok yang diperlukan saat perayaan Galungan dan Kuningan. Selain itu, pasar murah ini juga diharapkan mampu mengurangi beban warga karena biaya upacara dari tahun ke tahun terus meningkat. “Kami ingin membantu mengurangi beban warga terutama para ibu-ibu, karena harga kebutuhan pokok menjelang perayaan Galungan dan Kuningan pasti mengalami peningkatan, karena tingginya kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Salah satu warga Desa Tengkudak, Nyoman Sarmi mengatakan dirinya merasa sangat terbantu dengan acara pasar murah yang digelar oleh PKK Kabupaten Tabanan. Menurut ibu dua anak ini, harga barang di pasar murah jauh di bawah harga pasar dan dirinya bisa membeli berbagai macam kebutuhan di satu tempat. “Kami merasa terbantu dan mengucapkan banyak terima kasih kepada ibu-ibu PKK Kabupaten Tabanan karena telah meringankan beban kami, mengingat kebutuhan menjelang hari raya sangat banyak,” ujarnya.
Pasar murah yang dibuka mulai pukul 10.00 pagi tersebut menjual berbagai macam kebutuhan pokok seperti, gula pasir, telur, beras serta kebutuhan pokok lainnya.
( sumber : http://www.tabanankab.go.id/berita/umum/2143-pasar-murah-pkk-tabanan-diserbu-pembeli )
DESA TENGKUDAK IKUTI PENILAIAN LOMBA DESA TINGKAT PROVINSI BALI TAHUN 2014
Setelah mendapatkan Juara I Lomba Desa Tingkat Kabupaten Tabanan, akhirnya Desa Tengkudak maju sebagai wakil dari Kabupaten Tabanan dalam Lomba Desa Tingkat Provinsi Bali yang penilainnya dilaksanakan pada Hari Senin, 19 Mei 2014 bertepatan dengan Hari Pengejukan Galungan bertempat di Balai Serba Guna Desa Tengkudak.
Tanggal 19 Mei 2014
Setelah mendapatkan Juara I Lomba Desa Tingkat Kabupaten Tabanan, akhirnya Desa Tengkudak maju sebagai wakil dari Kabupaten Tabanan dalam Lomba Desa Tingkat Provinsi Bali yang penilainnya dilaksanakan pada Hari Senin, 19 Mei 2014 bertepatan dengan Hari Pengejukan Galungan bertempat di Balai Serba Guna Desa Tengkudak.
Pada acara Penilaian Lomba Desa ini dihadiri oleh Bupati Tabanan yang diwakili Oleh Bapak Sekda Kab Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa, Kepala BPMD Tabanan beserta Rombongan, TP. PKK Kabupaten Tabanan, TP. PKK Kec. Penebel, SKPD Pemda Tabanan, Bapak Camat Penebel beserta MUSPIKA Kec. Penebel, Perbekel se-Kecamatan Penebel serta Warga Desa yang sangat bersemangat dalam menantinantikan saat penilaian.
Tim Penilai Lomba Desa Tingkat Provinsi Bali kedatangannya disambut antusias warga, meriah dan dengan semangat oleh warga Desa Tengkudak.
Ketua Tim Penilai Provinsi Bali, Wayan Sadia saat memberikan sambutan berharap perlombaan desa ini tidak dipandang sebagai beban, akan tetapi dimaknai sebagai upaya dan langkah-langkah kongkrit untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan Administrasi dan pelayanan kepada masyarakat.
Indikator yang dinilai dalam lomba desa ini sama seperti indikator yang dinilai pada Lomba Desa Tingkat Kabupaten sebelumnya yaitu : pendidikan, kesehatan masyarakat, ekonomi masyarakat, keamanan dan ketertiban, partisipasi masyarakat, pemerintahan, lembaga kemasyarakatan, dan pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK)
( 19/5/14, Wyn Andi M. )
SEKILAS GAMBARAN UMUM DESA TENGKUDAK
SEJARAH PEMERINTAH DESA TENGKUDAK
|
NO.
|
NAMA PEJABAT
|
MASA JABATAN
|
KET.
|
|
1
2
3
4
5
6
7
|
NANG REMADI ( REMEN )
I WAYAN RAMAS
I MADE PEKEG
I WAYAN RAMAS
I WAYAN SUNADRA
I WY
SUDIARTAJAYA,SE
I MADE SUBAGIASTERA
|
1979
- 1984
1984
- 1989
1989 -
1994
1994
-
1999
1999
- 2007
2007 -
2013
2013 -
sekarang
|
|
1.3 Topografi Desa
-
Fasilitas desa .
Dalam melaksanakan aktifitas pemerintahan, Desa Tengkudak memiliki
fasilitas berupa Kantor Desa Yang dibangun di atas tanah desa seluas …..are.
diatas tanah ini pada tahun 2008 – Sekarang dimulai pembangunan Kantor Desa dengan
konstruksi beton bertulang berlantai 3.
Pembangunan Kantor Desa dilaksanakan secara bertahap setiap tahun dimana
sampai saat ini bangunan belum selesai 100%, sedangkan dana yang dihabiskan
telah mencapai ± Rp. 650.000.000 yang bersumber dari Iuran Masyarakat, Dana ADD dan
sedikit sumbangan dari Pemda Tabanan.
Dalam melaksanakan
kegiatan di Banjar-Banjar disetiap Br. Dinas telah dibangun Balai Banjar oleh
masing-masing Banjar Dinas secara swadaya dan Gotong Royong.
Fasilitas lain yang ada hádala 3 Buah Sekolah Dasar ( SD ), 2 Buah TK, 1
Buah PAUD dan 1 Buah Poskesdes.
Dibidang transportasi untuk menghubungkan Banjar-Banjar yang ada di Desa
Tengkudak telah dibangun Pembetonan Jalan di Banjar Puluk-Puluk dan
Tingkihkerep dengan swadaya masyarakat, sedangkan jalan yang menuju Br. Puakan
dibangun dengan dana PPIP Tahun 2013 seniali Rp. 245.000.000 dan pengerjaannya
sepenuhnya dilakukan oleh warga masyarakat Desa Tengkudak.
-
Lokasi
Desa Tengkudak
Lokasi Desa Tengkudak terletak di wilayah
Kabupaten Tabanan yang merupakan bagian daripada wilayah Kecamatan Penebel di
bawah gunung Batukaru. Desa Tengkudak yang terletak di wilayah bagian barat
Kecamatan Penebel dengan jarak ke pusat pasilitas ( kota) sebagai berikut :
1. Jarak Desa Tengkudak ke Ibu Kota Kecamatan
sepanjang 7 Km dengan prasaran jalan aspal ditempuh dengan waktu 15 Menit
dengan angkutan umum.
2. Jarak Desa Tengkudak ke Ibu Kota Kabupaten
Tabanan sepanjang 18 Km dengan prasarana jalan aspal ditempuh dengan waktu 30
menit dengan sarana angkutan umum.
3. Jarak Desa Tengkudak ke Ibu Kota Propensi
Bali sepanjang 45 Km dengan Prasarana Jalan aspal ditempuh dengan waktu 60
menit dengan sarana angkutan umum.
Melihat letak Desa Tengkudak
yang agak jauh dari pasilitas kota, maka pengembangan pembangunan yang menuju
Keluarga Sehat Sejahtera dari masa kemasa tetap berjalan dan terarah.
Dari data
areal wilayah tersebut diatas, khususnya lahan pertanian basah/ sawah secara
umum masih terpelihara dengan baik dan tidak banyak yang beralih fungsi.
Sawah bagi penduduk Desa Tengkudak masih merupakan
areal yang diandalkan karena selama ini memberikan hasil manfaat yang Sangat
ekonomis bagi warga dengan tetap memelihara Padi Lokal ( padi merah dan injin ) dibandingkan memelihara benih padi unggul,
memelihara padi lokal di Desa Tengkudaklebih menguntungkan secara ekonomis,
karena padi lokal Desa Tengkudak sudah banyak diminati oleh pihak luar untuk
kepentingan kehidupan maupun sosial budaya.
1.4. Kelembagaan
Kelembagaan
merupakan salah satu Factor pendukung penting demi terwujudnya Program
Pembangunan Desa baik dari perencanaan pelaksanaan, maupun pengawasannya.
Di Desa
Tengkudak telah terbentuk beberapa lembaga yang telah berperan secara aktif dan
memberikan kontribusi nyata dalam Pembangunan Desa antara lain BPD, LPM Lembaga
Desa Pekraman, Subak Basah, Subak Abian, Lembaga lain seperti LPD di setiap
Desa Pekraman, Koperasi Tani ( Koptan ) Kelompok Simantri, Unit Pengolahan Pupuk Organik ( UPPO ), KUD,
Kelompok Tani Ternak, Kelompok Pembudidaya Ikan serta Lembaga-Lembaga lainnya.
1.6. Batas Desa Tengkudak
Berdasarkan hasil musyawarah
BPD, Desa Tengkudak, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, hari Kamis tanggal
15 Maret 2007 yang dihadiri oleh Perbekel Desa Wongaya Gede, maka telah
disepakati bersama bahwa batas wilayah Desa Tengkudak adalah sebagai berikut :
1. Batas sisi utara adalah Desa Wongaya Gede.
2. Batas sisi timur adalah sungai Pusut.
3.
Batas sisi selatan adalah
Campuhan Kelang Kelung.
4. Batas sisi barat adalah Sungai Mawa.
-
Jumlah Dusun/Banjar Dinas :
Desa Tengkudak terdiri dari 5 ( Lima ) Banjar
Dinas yaitu :
- Banjar Dinas Penganggahan
- Banjar Dinas Denuma
- Banjar Dinas Tengkudak
- Banjar Dinas Puluk-Puluk
- Banjar Dinas Tingkihkerep
Dan memiliki 5 ( lima ) Desa Pakraman yaitu :
1.
Desa Pakraman Penganggahan
2. Desa Pakraman Tengkudak
3. Desa Pakraman Puluk-Puluk
4. Desa Pakraman Puakan
5. Desa Pakraman Tingkihkerep
2. Kondisi
Geograpis /Keadaan Alam
Desa
Tengkudak merupakan salah satu Desa yang ada di wilayah Kecamatan Penebel dan
salah satu dari 113 Desa / Kelurahan di Kabupaten Tabanan dengan luas wilayah 592,709
Hektar yang terdiri dari :
- Perumahan dan pekarangan : 19
Ha
- Sawah : 302,08 Ha
- Perkebunan/Tegalan : 256,065 Ha
- Tanah Bangunan Umum (Kantor, Jalan, Sekolah,
Pura dll ): 15,564 Ha.
-
Desa
Tengkudak, merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Penebel Barat dengan
Ketinggian 700 meter di atas permukaan laut dan bentuk permukaan tanah
merupakan dadaran tinggi yang membujur dari barat ke timur serta memiliki iklim
tropis/musim hujan dan musim kering
Dari kondisi alam Desa Tengkudak tersebut di atas merupakan
alam yang potensial bagi pengembangan pertanian dalam arti luas : pertanian
pangan, perkebunan, perikanan, peternakan dalam usaha untuk menunjang peningkatan pendapatan
masyarakat Desa tengkudak menuju keluarga sehat sejahtera.
3.
Demografi
Penduduk merupakan sumber daya utama dalam rangka menunjang
pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa Tengkudak dengan jumlah Penduduk Per-Desember
2013 sebanyak 2651 Jiwa terdiri dari penduduk laki laki 1301 jiwa dan penduduk
perempuan seanyak 1350 jiwa dan terbagi dalam 897kepala keluarga (KK), 87 KK
tergolong Rumah Tangga Miskin ( RTM ). Dari luas wilayah jika dibandingkan
dengan jumlah penduduk terdapat kepatan penduduk secara geografis dan kepadatan
penduduk secara agraris sebanyak 2651 jiwa / 590,629 Ha dengan rincian sebagai
berikut :
- Mata
Pencaharian
1.
Petani. : 819 Orang.
2.
Pedagang : 27 Orang.
3.
Wiraswasta : 8 Orang
4.
Pegawai negeri : 150 Orang.
5.
Pamong Desa : 12 Orang.
6.
ABRI : 15 Orang.
7.
Pensiunan : 15 Orang.
8.
Buruh Tani : 325 Orang
9.
Tukang Jahit : 15 Orang
10.
Tukang Kayu : 65 Orang
11.
Sopir ( jasa ) : 43 Orang
12.
Karyawan Swasta : 607 Orang.
- Tingkat Pendidikan
1. Tamat SD :
2.163 org
2. Tamat SMP :
1.916 org
3. Tamat SMA :
1.565 org
4. Strata 1 ( S1 ) :
85 org
5. Strata 2 ( S2 ) :
7 org
6. Strata 3 ( S3 ) :
6 org
7. D1 :
22 org
8. D2 :
8 org
9. D3 :
19 org
- Balita :
91 org
Laki :
47 org
Perempuan :
44 org
- Lansia :
425 org
Laki :
176 org
Perempuan :
249 org
4.
Relegi / Budaya dan Kesenian :
- Relegi / budaya.;
Dilihat dari segi kepercayaan yang dianut sebagian
besar penduduk beragama Hindu dan ada 7 (tujuh ) KK yang beragama Kristen
Katolik yang ada di Br. Dinas Penganggahan
Desa Tengkudak memiliki lima Desa Adat : Desa Adat Penganggahan,
Tengkudak, Puluk –Puluk, Puakan dan
Tingkih kerep. Yang masing masing telah memiliki Pura Kayangan Tiga. Disamping
itu juga warga Desa Tengkudak ngamongin / mekandelin kayangan jagat
seperti Desa Adat Tengkudak dan Adat Penganggahan ngamongin Kayangan
Watukaru, Adat Puluk-Puluk dan Tingkihkerep ngandelin di Pura
Muncaksari dan Adat Puakan ke Pura
Tambewaras. Di Desa Tengkudak ada Dua Pura yang dari Kepurbakalaan
dikatakan Pura Batu / Pundan Berudak yaitu Pura Pedanga yang ada di Desa Adat Puluk
- Puluk dan Pura Manis Bayu yang ada di wilayah Desa Adat Tengkudak, dan
juga ada sebuah Gereja di Br. Dinas Penganggahan yang dianut oleh 7 ( tujuh ) KK umat Kristen Khatolik.
- Kesenian ;
Dilihat
dari segi kesenian di Desa Tengkudak ada beberapa sekea – sekea seperti sekea joged, rindik, gender
yang ada di Banjar Puluk- Puluk, dan kesenian yang disakralkan seperti Baris
Memedi, Sanghiang Sampat dan Sanghiyang Cicing juga ada di Adat Puluk – Puluk dan di Desa
Adat Tengkudak., dan Rejang Tabuh yang ada di Desa
Adat Tingkihkerep. Kesenian sakral tersebut seperti Sanghiang Sampat dipercaya oleh
leluhur ditangun apabila ada kebrebehan seperti serangan meran di sawah, warga
banyak yang sakit dan dipercaya sebagai pengusir roh – roh jahat. Sedangkan untuk Baris Memedi diginakan pada
acara pengabenan, dengan mangambil tingkatan upakara pengabenan yang
utama . Dan juga hanya boleh dipentaskan
apabila yang meninggal tersebut sudah memiliki cucu.
5.
Obyek Wisata / Potensi Wisata;
Desa
Tengkudak terletak di kaki gunung batukaru dan memiliki banyak panorama/
pemandangan yang indah. Dari banyak lokasi tersebut telah dikembangkan objek
pariwisata petualang seperti See-Bali dan Paddy Venture yang berlokasi di Subak
Manis Bayu. Selama ini objek See bali dan Pady Venture cukup banyak dikunjungi
wisatwan asing maupun domestik sehingga sudah mampu memberikan sedikit kontribusi
bagi pendapatan desa, disamping itu juga mampu menampung tenaga kerja yang
berasal dari Desa Tengkudak sehingga angka pengangguran di Desa Tengkudak
berkurang. Kedepan akan direncanakan dikembangkan wisata agro di subak-subak
basah dengan padi lokalnya dan Wisata Tracking.
6.
Ekonomi
masyarakat :
Kemajuan dibidang perekonomian di sebuah desa
sangat ditentukan oleh tersedianya lapangan kerja dan lembaga-lembaga ekonomi
yang memadai. Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Desa Tengkudak telah
didirikan lembaga-lembaga perekonomian diantaranya :
a. 1 (satu) buah KUD berlokasi di banjar Puluk-puluk
b. 2 (dua) buah koperasi yang masing-masing berlokasi
di banjar Penganggahan dan banjar Puluk-puluk
c. 5 (lima) buah LPD yang berlokasi di masing-masing
desa pekraman yaitu desa pekraman Tengkudak, desa pekraman Penganggahan, desa
pekraman Puluk-puluk, desa pekraman Tingkih Kerep dan desa pekraman Puakan.
Lembaga-lembaga
ekonomi tersebut diatas secara nyata telah mampu memberikan manfaat kepada
warga desa Tengkudak dalam menampung tenaga kerja, menyediakan modal usaha
maupun dalam memberikan kontribusi kepada pemerintah desa Tengkudak. Dalam hal
ini Perbekel desa Tengkudak mengeluarkan keputusan tentang iuran yang dikenakan
dalam kaitan pelaksanaan hari-hari besar nasional maupun hari besar Agama
Hindu.
Disamping
lembaga yang telah disebutkan diatas, di desa Tengkudak telah berdiri
kelompok-kelompok ekonomi lainnya seperti :
a. Organisasi Subak basah sebanyak 4 (empat) Subak
basah yaitu :
-
Subak
Tengkudak
-
Subak Tingkih
Kerep
-
Subak Puakan
-
Subak
Pancoran Sari
b. Subak Abian sebanyak 3 (tiga) Subak yaitu :
-
Subak Abian
Manik Pecatu di Banjar Dinas Penganggahan
-
Subak Abian
Wahana Merta di Banjar Dinas Tengkudak
-
Subak Abian
Purwa Sari di Banjar Dinas Puakan
Subak tersebut diatas fungsinya menjadi sangat penting karena Desa
Tengkudak dan Subaknya telah ditetapkan menjadi bagian warisan budaya dunia
yaitu kawasan Jatiluwih dengan pelestarian alam adat dan Subaknya. Penetapan
ini didasarkan atas Peraturan Bupati Tabanan No. 34 Tahun 2011 tentang Penetapan dan Pelestarian Warisan Budaya
Kabupaten Tabanan
Pertanian
yang dikembangkan di Subak-subak yang ada di wilayah Desa Tengkudak masih
mempertahankan untuk menanam varietas padi lokal (padi merah dan hitam). Dengan
menanam varietas tersebut sebagai produk unggulan maka secara ekonomis telah
mampu memberikan keuntungan yang lebih besar kepada para petani jika
dibandingkan dengan menanam bibit unggul yang sudah pernah dicoba dengan 8
usaha Penyosohan Gabah.
c. Kelompok tani ternak ayam buras yang berlokasi di
Banjar Dinas Penganggahan beranggotakan 25 orang pernah berprestasi sebagai
juara 1 lomba kelompok tani ternak ayam buras Tingkat Nasional, sehingga
berkesempatan diundang ke Istana Negara di Jakarta.
d. Kelompok pembudidaya ikan air tawar yang berada di
Banjar Dinas Penganggahan sudah mampu berproduksi secara rutin dengan menjual
hasil olahannya, sudah berprestasi sebagai juara 3 lomba kelompok pembudidaya
ikan sebagai juara 3 Tingkat Provinsi Bali.
e. Kelompok UPO yang berlokasi di Banjar Dinas Tingkih
Kerep. Beranggotakan sebanyak 132 anggota yang berasal dari Banjar Dinas
Tingkihkerep. Kegiatan yang sudah dilaksanakan adalah memelihara sapi dan
pembuatan pupuk organik untuk menunjang kepentingan usaha pertanian. Dalam
usaha untuk meningkatkan kesejahteraan para anggota telah memasukkan KK miskin
sebagai anggota sehingga mampu memberikan penghasilan tambahan untuk
meningkatkan kesejahteraan.
f. Kelompok Wanita Tani Dwi Tunggal Banjar Dinas
Penganggahan juga aktif dalam melakukan kegiatannya secara rutin yang dilakukan
seminggu sekali dengan tujuan mengentaskan masyarakat miskin sudah mampu dan
terbukti dalam kegiatannya sehingga memperoleh Prestasi Juara di Tingkat
Kabupaten Tabanan dan Juara III UKM Provinsi Bali
g. Simantri berlokasi di Banjar Puluk-puluk dengan
anggota sebanyak 25 orang dengan usaha kegiatan berupa pemeliharaan induk sapi
dan pemanfaatan kotoran sapi untuk diolah menjadi pupuk organik.
h. Kelompok-kelompok tani lainnya sepeti : Kelompok
ikan di Banjar Puakan, kelompok ikan di Banjar Denuma.
i.
Usaha
dibidang Pariwisata.
Sebagai
wilayah yang telah ditetapkan menjadi salah satu bagian kawasan Jatiluwih
sebagai warisan budaya dunia, Desa Tengkudak telah mulai dikembangkan menjadi
obyek wisata yang mengandalkan pemandangan alam sebagai pendukungnya. Kondisi
geografis Desa Tengkudak relatif indah untuk dikembangkan menjadi obyek wisata.
Adapun pariwisata yang telah dikembangkan diantaranya wisata petualangan dengan
motor ATV yang dimiliki oleh salah satu warga tengkudak dengan nama See Bali
dan Pady Ventura, wisata tracking dengan lingkungan persawahan dan perkebunanan
serta padi lokalnya yang menawan.
Selama ini telah dapat dirasakan keuntungan dan
manfaat dengan telah beroprasinya wisata tersebut diatas sebagai berikut :
-
Pariwisata
telah banyak menampung tenaga kerja lokal dan hal ini sangat membantu
pemerintah desa dalam hal mengurangi terjadinya pengangguran.
-
Membuka
peluang bagi masyarakat lainnya untuk membuka usaha yang baru yang terkait
dengan pariwisata tersebut
-
Masyarakat
diusahakan tidak mnjual tanah untuk pariwisata tetapi cukup dikontrakkan atau
bentuk kerjasama lainnya.
-
Memberikan
keuntungan kepada kas desa karena pariwisata tersebut diatas telah mampu
memberikan kontribusi berupa iuran tetap setiap bulan yang dikelola dalam
APBdesa demi menunjang kelancaran tugas-tugas pemerintah desa
-
Memperkenalkan
wilayah Desa Tengkudak sebagai daerah pertanian organik kepada wisatawan
domestik dan mancanegara.
Sisi lain dari telah dikembangkannya Desa
Tengkudak menjadi obyek wisata adalah masih terdapatnya kendala/hambatan yang
dihadapi diantaranya :
-
Terbatasnya
kemampuan masyarakat dalam mendukung keberlangsungan daripada pariwisata
-
Masih
kurangnya pemilik modal yang menawarkan kerjasama untuk pengembangan
pariwisata.
VISI DAN
MISI
DESA
TENGKUDAK
VISI
Terwujudnya Masyarakat Desa Tengkudak yang
Cerdas, Nyaman, Sehat dan Sejahtera dalam kondisi Masyarakat yang selalu
Kondusif berdasarkan pada nilai-nilai luhur yang tercantum dalam Tri Hita Karana dan Pancasila sebagai Dasar
Negara Republik Indonesia.
MISI
1.
Meningkatkan kualitas sumber daya
manusia melalui program pendidikan dan program kesehatan, serta pengamalan
ajaran agama kepada masyarakat sesuai dengan falsafah “Tri Hita Karana”.
2.
Meningkatkan ketahanan ekonomi
dengan menggalakan usaha ekonomi kerakyatan, melalui program strategis dibidang
produksi pertanian, pemasaran, koperasi, usaha kecil dan menengah serta
pariwisata.
3.
Meningkatkan partisipasi
masyarakat dalam pembangunan yang berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan
kelestarian lingkungan.
4.
Meningkatkan pelayanan kepada
masyarakat sesuai etika kerja dan meningkatkan kerja sama antar lembaga adat
dan media massa.
5.
Memberdayakan masyarakat menuju
masyarakat mandiri.
Desa Tengkudak
Sejarah Desa Tengkudak
Sebagai mana kita ketahui bahwa setiap pemberian sebuah nama
terhadap sesuatu, biasanya ada latar belakang tertentu, tentang asal usul dari
nama yang bersangkutan mengapa nama itu dipakai. Demikian juga halnya nama “
DESA TENGKUDAK” nampaknya ada sedikit kisah yang melatarbelakangi kenapa sampai
disebut “TENGKUDAK”. Kalau kita kaji asal usul nama tersebut di atas maka
penulis akan mencoba akan menguraikan secara singkat dari hasil cerita dan wawancara
kami dengan para tetua atau pengelingsir di Desa Tengkudak sebagai berikut. Pada Awalnya wilayah Desa
Tengkudak merupakan suatu kesatuan wilayah yang disebut dengan wilayah
Pekandelan Batukaru, sedangkan masyarakatnya disebut satu keseatuan masyarakat
Panjak Pekandelan Batukaru yang dulu dikenal dengan “ SATAK WONGAYA “ dan
wilayahnya beberapa bagian diberi nama :- Disebelah utara di kenal dengan sebutan
LUHUR.
-
Disebelah timur dikenal dengan
sebutan MANIS BAYU.- Disebelah selatan di kenal dengan sebutan
TANGGUN DANGKA.
-
Disebelah barat dikenal dengan
sebutan BATU SARI.- Sedangkan ditengah – tengah dikenal dengan
sebutan DAERAH PEJUANG.
Tidak diceritakan panjang
lebar bahwa keempat pejuru itu dijaga oleh para pecalang Agung Batukaru yang
bertugas untuk menjaga keenam panjak pekandelan dan kekayaan alamnya. Selanjutnya diceritakan
pecalang agung Manis Bayu serta anggotanya lari ke Tangguna Dangka akibat dari
gempuran Sri Aji Mayadanawa. Tetapi berkat persatuan dan kesatuan dari Pecalang
Agung Tanggun Dangka dan Pecalang Batu Sari, pasukan Sri Aji Mayadenawa
berhasil dikepung dan dibunuh habis di daerah wilayah Batukaru dan mayatnya
dikubur disana, sekarang dikenal dengan nama Seme Tamyu ( Kuburan untuk tamu
yang Mengganggu kedamaian pekandelan Batukau ). Diceritakan bahwa jalan
utama menuju Kahyangan Batukaru yang mulanya dari Timur dipindahkan dari
selatan melalui Tanggun Dangka dengan dilalui upacara Pasinglar dicampuhan
sungai kecil dengan tujuan barang siapa yang dengan kesaktiannya dan bermaksud
jahat terhadap panjak pekandelan Batukaru, apabila melangkahi sungai kecil
tersebut kesaktiannya akan punah / pudar dan orangnya tidak kembali. Sehingga
sungai kecil yang mengalir sepanjang tahun itu di sebut dengan nama Tukat
Kelang Kelung. Kemudian setelah upacara
Pesinglar di daerah itu nampak dari kejauhan selalu terang benderang siang dan
malam hari dengan memancarkan sinar kuning keemasan,sehingga wilayah itu di
sebut dengan nama NYITAN, sekarang disebut KUNYITAN. Pertambahan Penduduk yang
semakin bertambah di Tanggun Dangka akibat dari rerarudan Kerajaan Mengwi
akibat perang Raja-raja di Bali. Rakyatnya di Mengwi kemudian datang
berduyun-duyun mengaturkan sembah bakti ke Pura Luhur Batukaru,dengan maksud
Kebayan menerima sebagai Panjak Pekandelan dan tempat tinggalnya di sebelah
Barat Tanggun Dangka,dengan tugas tambahan sebagai Pecalang Agung. Kemudian
setelah datang rerarudan rakyat Mengwi menyusul lagi rerarudan rakyat
Tabanan,Kebayan memberikan tempat disebelah Tanggun Dangka dan masyarakatnya di
sebut Panjak Pupulan. Setelah masyarakat Tanggun
Dangka dan Pupulan melebihi jumlah seratus orang,kemudian berdirilah Bale Agung
sebagai tempat pemujaan yang merupakan awal dari lahirnya Kahyangan Tiga di
Tanggun Dangka. Dan diberikan kewenangan mendirikan Kahyangan maka lahirlah
satu kesatuan masyarakan Tanggun Dangka, kata Tanggun berarti Wilayah, kemudian
secar evolusi kata Tanggun berubah menjadi Tengkudak. Demikian yang dapat kami sampaikan tentang asal usul
berdirinya DESA TENGKUDAK.
Langganan:
Komentar (Atom)







.jpg)
