Sejarah Desa Tengkudak
Sebagai mana kita ketahui bahwa setiap pemberian sebuah nama
terhadap sesuatu, biasanya ada latar belakang tertentu, tentang asal usul dari
nama yang bersangkutan mengapa nama itu dipakai. Demikian juga halnya nama “
DESA TENGKUDAK” nampaknya ada sedikit kisah yang melatarbelakangi kenapa sampai
disebut “TENGKUDAK”. Kalau kita kaji asal usul nama tersebut di atas maka
penulis akan mencoba akan menguraikan secara singkat dari hasil cerita dan wawancara
kami dengan para tetua atau pengelingsir di Desa Tengkudak sebagai berikut. Pada Awalnya wilayah Desa
Tengkudak merupakan suatu kesatuan wilayah yang disebut dengan wilayah
Pekandelan Batukaru, sedangkan masyarakatnya disebut satu keseatuan masyarakat
Panjak Pekandelan Batukaru yang dulu dikenal dengan “ SATAK WONGAYA “ dan
wilayahnya beberapa bagian diberi nama :- Disebelah utara di kenal dengan sebutan
LUHUR.
-
Disebelah timur dikenal dengan
sebutan MANIS BAYU.- Disebelah selatan di kenal dengan sebutan
TANGGUN DANGKA.
-
Disebelah barat dikenal dengan
sebutan BATU SARI.- Sedangkan ditengah – tengah dikenal dengan
sebutan DAERAH PEJUANG.
Tidak diceritakan panjang
lebar bahwa keempat pejuru itu dijaga oleh para pecalang Agung Batukaru yang
bertugas untuk menjaga keenam panjak pekandelan dan kekayaan alamnya. Selanjutnya diceritakan
pecalang agung Manis Bayu serta anggotanya lari ke Tangguna Dangka akibat dari
gempuran Sri Aji Mayadanawa. Tetapi berkat persatuan dan kesatuan dari Pecalang
Agung Tanggun Dangka dan Pecalang Batu Sari, pasukan Sri Aji Mayadenawa
berhasil dikepung dan dibunuh habis di daerah wilayah Batukaru dan mayatnya
dikubur disana, sekarang dikenal dengan nama Seme Tamyu ( Kuburan untuk tamu
yang Mengganggu kedamaian pekandelan Batukau ). Diceritakan bahwa jalan
utama menuju Kahyangan Batukaru yang mulanya dari Timur dipindahkan dari
selatan melalui Tanggun Dangka dengan dilalui upacara Pasinglar dicampuhan
sungai kecil dengan tujuan barang siapa yang dengan kesaktiannya dan bermaksud
jahat terhadap panjak pekandelan Batukaru, apabila melangkahi sungai kecil
tersebut kesaktiannya akan punah / pudar dan orangnya tidak kembali. Sehingga
sungai kecil yang mengalir sepanjang tahun itu di sebut dengan nama Tukat
Kelang Kelung. Kemudian setelah upacara
Pesinglar di daerah itu nampak dari kejauhan selalu terang benderang siang dan
malam hari dengan memancarkan sinar kuning keemasan,sehingga wilayah itu di
sebut dengan nama NYITAN, sekarang disebut KUNYITAN. Pertambahan Penduduk yang
semakin bertambah di Tanggun Dangka akibat dari rerarudan Kerajaan Mengwi
akibat perang Raja-raja di Bali. Rakyatnya di Mengwi kemudian datang
berduyun-duyun mengaturkan sembah bakti ke Pura Luhur Batukaru,dengan maksud
Kebayan menerima sebagai Panjak Pekandelan dan tempat tinggalnya di sebelah
Barat Tanggun Dangka,dengan tugas tambahan sebagai Pecalang Agung. Kemudian
setelah datang rerarudan rakyat Mengwi menyusul lagi rerarudan rakyat
Tabanan,Kebayan memberikan tempat disebelah Tanggun Dangka dan masyarakatnya di
sebut Panjak Pupulan. Setelah masyarakat Tanggun
Dangka dan Pupulan melebihi jumlah seratus orang,kemudian berdirilah Bale Agung
sebagai tempat pemujaan yang merupakan awal dari lahirnya Kahyangan Tiga di
Tanggun Dangka. Dan diberikan kewenangan mendirikan Kahyangan maka lahirlah
satu kesatuan masyarakan Tanggun Dangka, kata Tanggun berarti Wilayah, kemudian
secar evolusi kata Tanggun berubah menjadi Tengkudak. Demikian yang dapat kami sampaikan tentang asal usul
berdirinya DESA TENGKUDAK.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar