Desa Tengkudak dengan beragam Seni Budayanya juga memiliki Ciri Khas Khusus yang mungkin hanya dapat ditemukan di Desa Tengkudak dan Desa WongayaGede yaitu tempat bangunan Paon/Dapur yang terletak di sebelah utara Bale, dimana Bale Letaknya di tengah-tengah pekarangan dan Dapur terletak di sebelah utaranya menghadap ke selatan, biasanya secara umum masyarakat Bali membuat dapur di sebelah selatan Bale atau bangunan utama sehingga ini menjadikan Ciri Khas dalam Tata Letak Bangunan di Desa Tengkudak.
Ciri Khas yang lain juga dapat ditemukan dalam upacara-upacara Adat dan Keagamaan di Desa Tengkudak dan Wongaya Gede, tidak diperbolehkan melaksankan upacara upakara yang dipimpin oleh Ida Pedanda tapi hanya cukup dengan Pemangku saja.
Kesenian asli yang diturunkan dari leluhur Desa Tengkudak seperti Sang Hyang Sampat yang berfungsi untuk mengusir kebrebehan/leteh/Hama Penyakit tanaman padi masih terus dilaksanakan setiap 6 bulan sekali di Desa Tengkudak. Kesenian Sakral yang lain juga masih tetap dilestarikan seperti Baris Memedi, Rejang Tabuh, Sang Hyang Cicing, Ngerebeg tetap dilaksanakan masyarakat untuk menjaga ke Ajegan Seni Budaya Leluhur yang makin terkikis oleh Modernisasi saat ini.
Desa Tengkudak yang berada di Kaki gunung Batukaru memiliki potensi Pariwisata karena alamnya yang masih lestari dan panoramanya juga indah, sehingga dapat menarik minat para wisatawan untuk datang ke Desa Tengkudak. saat ini objek wisata yang ada yaitu SEE BALI ADVENTURE yang menyediakan Wisata Petualangan dengan kendaraan ATV yang melintas di Alam Desa Tengkudak, sehingga Wisatawan dapat berpetualang menyaksikan Alam Desa yang masih Lestari dan memiliki Udara Segar dan Sejuk.
Demikian seklumit Potensi yang ada di Desa Tengkudak, yang kedepannya bisa dikembangkan untuk tujuan Pariwisata untuk meningkatkan pendapatan desa, dengan tetap menjaga kelestarian Seni Budaya Adat Istiadat tapi dapat mendatangkan Pendapatan yang bisa berguna untuk meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar